Friday, December 14, 2018

Islam dan Humanitarian

    Hukum humaniter Islam, Pada buku “Islam dan Urusan Kemanusiaan” yang isinya diambil dalam karya tulis yang dihasilkan dari kerjasama antara Pascasarjana UM yogyakarta dan ICRC (Internatiomal Commite of the Red Cross) dalam bagian pendahuluan ada sebuah pemdapat bahwasannya hukum humaniter Islam adalah persoalan yang urgen pada saat ini. Hal tersebut berguna sebagai panduan bagi umat Islam untuk turut serta dalam upaya kemanusiaan, atau menjadi landasan hujjah dari setiap aktivitas kemanusiaan. 
     Hukum humaniter memang diperlukan oleh umat islam. Selain sebagai lamdasan berperilaku juga sebagai pengenalan kepada dunia internasional tentang paradigma Islam dalam merespon masalah masalah kemanusiaan. Hukum adalah wujud dari substansi suatu agama, dan hukum humaniter adalah salah satu dari jenis hukum yang bisa dijadikan sebagai momen untuk memunjukkan kepada dunia seperti apa paradigma dari agama Islam.
     Namun, pada praktikmya umat Islam tidak bisa memaksakan penafsiran dari ayat sucinya dan membawa dalil ayat ayat sebagai alasan kenapa suatu pandamgam Islam terhadap kemanusiaam harus masuk ke dalam hukum humaniter Internasional. Dunia internasional memang tidak akan sepakat jika agama disingkirkan dari kehidupan sosial, namun banyak juga yang akan tidak setuju jika ayat tertemtu dari suatu agama dimasukkan ke dalam hukum humaniter internasional yang pada akhirmya harus dipatuhi oleh dunia internasional dengan terpaksa.
     Maka, agar hukum humaniter Islam bisa berfungsi dan teraplikasi dengan baik di dunia imternasional, hukum humaniter Islam tidak boleh hanya menampilkan dalil dalil agama Islam dan mengklaim bahwasannya ini harus dipatuhi seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Hal tersebut tentu merupakan suatu kesalahan besar dan pemaksaan sepihak yang justru bukan tindakan yang islami. Agar ajaran Islam bisa menempati posisi di dalam hukum humaniter internasional, Islam perlu suatu penafsiran ayat yang diiringi oleh kerja nalar yang mampu mendatangkan pendasaran logis memgenai kelayakan dari suatu hukum humaniter yang diambil dari sumber ajaran Islam. Penjelasan yanh menunjukkam bahwa hukum humaniter Islam pantas dijadikan sebagai peraturan internasional  berdasarkam sudut pandamg ilmu pengetahuam tentang kemanusiaan. 
     Maka akan ada dua term dalam hal ini. Term pertama adalah “hukum humaniter Islam” yang lebih bersifat parktis bagi internal umat Islam dan bersifat sebagai wawasan keilmuan bagi pihak eksternal Islam. Sedangkan term kedua adalah “usulan umat Islam untuk Hukum Humaniter Internasional”, yakni sebuah term yang menggambarkan posisi hukum humaniter Islam di mata internasional. Tidak bisa umat Islam membawa embel embel Islam untuk dijadikan pembenaran usulan hukumnya. Umat Islam harus melakukan penelitian terkait dengan relevansi antara produk hukumnya dengan dunia internasional. Sehingga produk hukum tersebut pantas untuk dijadikan sebagai bagian dari hukum humaniter internasional.
    Sekuler memamg pemikiran parsial yang dangkal. Namun pemosisian hukum Islam seperti pendapat penulis di atas bukanlah suatu sekulerisme secara substantif. Bukan pemisahan antara agama dan masalah non agama. Tapi, hanya suatu cara agar nilai-nilai agama bisa diterima oleh semua manusia.

Ilustrasi mengajak tanpa landasan universal:
Andi: “Kita harus membuang sampah pada tempatnya”
Budi: “Kenapa?”
Andi: “Ayahku bilang begitu”
Budi: “Ya sudah, kamu saja yang ngejalanin, kan Bapak kamu yang nyuruh, bukan Bapakku?”

Thursday, December 13, 2018

Hidupku Saat ini

    Makin hari semakin terasa bahwa hidup ini semakin rumit. Tak sesederhana dulu ketika diriku masih bocah. Semua harapan adalah suatu kepastian. Tidak ada hal yang tidak menjadi nyata. Ingin itu, ingin ini, semua ada
    Itu dulu. Dan kini semua berbeda. Aku harus semakin terbiasa dengan yang namanya kekecewaan. Itu adalah warna di setiap hariku. Aku semakin bisa berharap, menyusun harapan terindah. Tapi semakin tak berdaya untuk merubah harapan itu menjadi kenyataan.
    Dulu semua orang membantuku harapanku terwujud. Tapi saat ini, semua bergantung pada keputusanku sendiri. Bantuan adalah hal yang hampir punah pada hidupku saat ini. Jauh lebih buruk daripada masa kecil, tapi juga jauh lebih baik. Entahlah
    Satu hal yang membuatku tetap tertawa. Aku masih berada pada naungan Tuhan yang ESA. Tuhan yang maha cinta. Tuhan yang selalu peduli pada segalaku. Paling tidak, Tuhanku masih menyayangiku sama seperti dulu.

Wednesday, December 12, 2018

Jatuh Cinta

      Selalu melihat ke segala arah. Itulah mata. Sudah biasa ia melihat hal-hal di dunia ini. Namun, di suatu hari ada yang berbeda. Sepasang mata terindah terpampang di depannya. Dihiasi dengan senyuman indah yang merekah bagai bermekarnya bunga mawar merah. Sang mata tak kuasa, meminta tolong kepada jantung membantunya. Jantung pun berdetak dua kali lebih cepat. Atau bahkan tiga kali lebih cepat.
     Suaranya lebih merdu dari gitar termahal sekalipun. Dan hatinya jauh lebih lembut dari sehelai sutera. Tingkah dan tuturnya indah membuat diriku mulai lupa dimana aku berada. Karena aku tak percaya jika bisa bertemu bidadari sedangkan aku tidak berada di surga. Dan pada akhirnya mulut ini berkomat-kamit mengucap seribu sumpah yang intinya adalah "akan kupastikan dia bahagia".
    Aku pun tak sabar agar segera bisa menjadi orang yang berharga dalam hidupnya. Sesegera mungkin aku pelajari kehidupannya dan mendesaknya agar aku bisa terlibat dalam hidupnya dengan dalih "aku mencintainya". Aku takut ada kesatria lain yang mendatanginya dan lebih dulu mengucapkan cinta. Dan ternyata benar adanya. Dia sudah ada yang punya.
  Air mata pun mulai berjatuhan. Mengucapkan berjuta-juta umpatan karena tak terima dengan kenyataan. Hingga beberapa minggu telah berlalu rasa sedih itu masih saja menjajah pikiranku. Menyesali ini menyesali itu. Pada akhirnya aku sadar. Aku telah melupakan sumpah cintaku sendiri. "Aku bahagia ketika dia bahagia. Dan aku sedih ketika ia sedih. Meskipun dia bersama dengan kesatria lain, selama tawa indah itu masih tersemat di wajahnya, maka aku juga akan tertawa". 
       Memang itulah hal yang tersulit dalam cinta. Yakni, ketika menjauh menjadi satu-satunya cara untuk membahagiakan orang yang kita cintai.

Tentang Harapan

Sebenarnya kau itu apa?
Kau sebuah anugerah?
Ataukah kau justru sumber derita?

Di saat tertentu
Kau bisa merubah manusia penakut menjadi segarang singa
Tapi kau juga bisa menyebabkan seorang kesatria
Menjerit berlinangan air mata

Aku benar benar bingung
Ketika kau datang
Hauskah aku menyambutmu dengan tawa?
Atau aku malah harus bersembunyi di bawah meja?

Orang bilang
Aku harus menyambutmu dengan suka cita
Dengan senyuman terindah yang kupunya
Nyatanya, kau lebih sering membuatku menderita
Melenyapkan tawa
Dan membuatku merasakan sesak di dada
Serasa ingin mati saja

Hingga saat ini
Aku masih tak tahu siapa kau sebenarnya
Hey Harapan,,
Kumohon padamu
Jangan hancurkan hidupku


Friday, December 7, 2018

Sinarmu Bahagiaku

Hai bintang di langit yang tinggi
Aku hanya bisa menyapamu dari sini
Meandangi betapa indahnya kerlipmu
Terkadang tak kuasa diriku mengindra indahmu

Tak bisa kubayangkan
Betapa bahagianya hidupku
Jika kau berada di sini
Menyinari gelap dan sunyiku

Lalu ku tersadar dan tertawa
Itu hanya khayalan belaka
Hahaha...

Sunggu kau terlalu indah
Bagiku, melihatmu bersinar saja
Aku akan bahagia

Selama kau tetap bersinar disana
Aku akan selalu bahagia

Tuesday, August 14, 2018

Aku Benar Benar Sibuk

Saat Subuh tiba
Tak bisa lama lama aku menghadapmu
Puluhan kali gawai berdering
Aku tak mau sahabatku marah
Karena tak ku balas pesan dari mereka
Aku takut kekasihku cemberut
Aku takut pak bos marah 

Ku bergegas ke tempat sibukku
Ribuan tugas berjajar rapi
Tak bisa ku berlama lama
Berdoa padamu di siang dan sore hari

Tiada waktu untuk berdzikir padamu
Bahkan di malam hari sekalipun
Tugas tugas berat mengantri di pundakku
Maaf.  Aku benar benar sibuk Tuhan
Ku berusaha mengatur waktu
Tapi aku benar benar sibuk
Kuharap Kau bersedia memahamiku

Katanya Aku Gila

Hai para bintang
Kerlap kerlip seakan kalian selalu bahagia
Hari ini aku juga ingin tertawa
Karena mereka bilang aku gila

Ku terus mendengar gemuruh lisan
Menggema tiada henti
"Kau aneh, Kau bodoh, Kau gila"
Sumpah serapah kutelan melalui telingaku
Mereka benci padaku yang mengejar hal baru

Hela nafasmu sejenak sobat
Coba pikirkan siapakah yang gila
Orang yang berpuas diri pada batu giok?
Atau aku yang berusaha menggali intan terindah?
Sedangkan bongkahan intan itu jelas jelas di bawah pijakan kita

Aku gila?
Wahai bintang yang tersenyum riang
Jika menurut mereka begitu, aku bersyukur
Karena orang orang gila masih menganggapku tak waras

Apa Itu Metodologi?

Metodologi berasal dari kata methodos dan logos. Metodhos artinya segala upaya untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan cara cara men...